Masyarakat Trenggalek kerap merayakan Larung Sembonyo hingga saat ini. Upacara adat ini diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur terhadap hasil laut yang disediakan oleh alam.
Pada upacara adat tersebut, masyarakat Trenggalek akan menghanyutkan sesaji di pantai Prigi. Maka dari itu, Larung Sembonyo juga dikenal dengan sebutan ‘Sedekah Laut’.
Selain sesaji, masyarakat Trenggalek juga akan membuat tiruan boneka dari tepung beras ketan yang dibentuk menyerupai sepasang pengantin (sembonyo) dan dihanyutkan. Upacara ini masih rutin dilaksanakan setiap hari Senin Kliwon.
Upacara adat ini masih dilestarikan oleh suku Osing di Banyuwangi hingga saat ini. Kebo-keboan dilakukan antara tanggal 1 sampai 10 Suro (Muharram) setiap tahunnya.
Tujuan pelaksanaannya adalah sebagai ungkapan rasa syukur terhadap hasil panen yang diperoleh. Selain itu, Kebo-keboan juga menjadi ajang untuk melakukan permohonan agar lahan pertanian menjadi subur dan tidak diserang oleh hama.