5 Upacara Adat Jawa Timur, Cocok Jadi Destinasi Wisata Budaya

Inas Rifqia Lainufar
Upacara adat Jawa Timur. Keduk Beji (Foto: Kemendikbud)

3.Larung Sembonyo

Masyarakat Trenggalek kerap merayakan Larung Sembonyo hingga saat ini. Upacara adat ini diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur terhadap hasil laut yang disediakan oleh alam.

Pada upacara adat tersebut, masyarakat Trenggalek akan menghanyutkan sesaji di pantai Prigi. Maka dari itu, Larung Sembonyo juga dikenal dengan sebutan ‘Sedekah Laut’.

Selain sesaji, masyarakat Trenggalek juga akan membuat tiruan boneka dari tepung beras ketan yang dibentuk menyerupai sepasang pengantin (sembonyo) dan dihanyutkan. Upacara ini masih rutin dilaksanakan setiap hari Senin Kliwon.

4.Kebo-keboan

Upacara adat ini masih dilestarikan oleh suku Osing di Banyuwangi hingga saat ini. Kebo-keboan dilakukan antara tanggal 1 sampai 10 Suro (Muharram) setiap tahunnya.

Tujuan pelaksanaannya adalah sebagai ungkapan rasa syukur terhadap hasil panen yang diperoleh. Selain itu, Kebo-keboan juga menjadi ajang untuk melakukan permohonan agar lahan pertanian menjadi subur dan tidak diserang oleh hama. 

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Melihat Lebih Dekat Kemegahan Masjid Salman Al Farisi di Malang, Berdesain Mirip Taj Mahal

57 tahun lalu

Mengenal Upacara Tingkeban, Perayaan Adat Jawa 7 Bulanan Bayi dalam Kandungan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal