6 Fakta Lengkap Kasus Surono, Dibunuh Istri dan Anak, Mayatnya Dicor di Lantai Musala

Bambang Sugiarto
Polres Jember saat jumpa pers pengungkapan kasus mayat korban pembunuhan di bawah lantai musala. (Foto: iNews/Bambang Sugiarto)

JEMBER, iNews.id – Polres Jember mengungkap tabir gelap pembunuhan sadis atas penemuan kerangka manusia di lantai musala rumah warga Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Jember, Jawa Timur. Kerangka itu merupakan Surono, juragan kopi pemilik rumah tersebut. Sementara pelakunya yakni istri dan anak kandung korban.

Pengungkapan kasus ini setelah penyidik mementahkan seluruh cerita palsu kedua tersangka berdasarkan fakta-fakta penyelidikan. Mereka ternyata bersekongkol menghabisi Surono dengan alasan masing-masing. Si istri tega membunuh suaminya karena dendam pernah diselingkuhi, sedangkan sang anak menghabisi nyawa ayahnya untuk mendapat harta warisan.

Surono mereka eksekusi pada Maret 2019. Dia dibunuh saat sedang terlelap dalam rumah dengan besi berdiameter 10 cm. Kepalanya dihantam hingga tengkorak rahang dan pipinya hancur. Mayatnya kemudian dikubur dan dicor yang kemudian dijadikan tempat sembahyang dalam rumah. Mereka menyebutnya sebagai musala.

Berikut sejumlah fakta lengkap yang dirangkum iNews atas pengungkapan kasus pembunuhan dengan mayat dikubur dalam lantai musala rumah di Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Jember.

1. Rencana Pembunuhan: Berawal dari Sakit Hati

Pada Maret 2019, Busani mengutarakan niatnya ke Bahar untuk menghabisi Surono. Busani sakit hati dan mendendam lantaran Surono telah berselingkuh dengan seorang perempuan berinisial I. Niat itu disambut baik Bahar. Dia juga merasa kecewa dengan ayahnya lantaran tak pernah memberinya uang.

Di malam saat kejadian, Bahar yang merantau di Bali pulang ke rumah mereka di Jember. Saat itu Surono sedang terlelap tidur. Bahar kemudian meminta linggis kepada ibunya. Dengan linggis tersebut, Bahan memukul kepala ayahnya hingga tewas.

2. Mayat Surono Dikubur dan Dicor

Setelah memastikan Surono tewas, Bahar menyeret mayatnya ke belakang rumah yang awalnya masih berdinding bambu. Busani ikut membantu memegangi kaki suaminya namun langsung dilepas karena ketakutan melihat banyak darah.

Bahar lalu menyampaikan biar dia saja yang melakukan dan tak perlu dibantu. Dia kemudian menekuk tubuh korban dan memasukkannya dalam tanah yang telah diurug menggunakan cangkul. Setelah itu menaburi bagian atasnya dengan semen.

Sepekan kemudian coran semen dan tanahnya retak. Bahar akhirnya mengecor hingga setinggi 25 cm. Untuk menutupi agar tak mencurigakan, dia bangun di dapur, kamar mandi dan tempat sembahyang. Mereka menyebutnya musala dalam rumah. Kemudian lantainya ditutup dengan keramik.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
2 hari lalu

Terungkap Motif Pembunuhan Perangkat Desa di Pekalongan, Pelaku Dendam Sering Disuruh

2 hari lalu

Polisi Ungkap Pembunuhan Perangkat Desa di Pekalongan, Pelaku Ditangkap

7 hari lalu

Terjerat Utang, PNS di Cirebon Bunuh Tetangga Pakai Obeng demi Curi Perhiasan

7 hari lalu

Terungkap! Tersangka Korupsi Bank Jatim di Jember Bakar Kantor demi Hilangkan Dokumen

9 hari lalu

Sakit Hati, Pria di Kediri Bakar Motor dan Rumah Mantan Istri hingga Rugi Rp1 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal