"Jadi beliau betul-betul punya harapan, saya sebagai suaminya bisa betul-betul membangun kota kelahirannya. Saya yakin good leader start at home, pemimpin besar itu lahir dari rumah," katanya.
Gamal bersyukur, selama lima tahun bersama istrinya melakukan banyak tantangan hidup, perjuangan hidup, bahkan perjuangan politik di Surabaya. Lewat istrinya pula, Gamal tak hanya menghabiskan waktu di Surabaya, tapi juga sering berbicara bagaimana masalah-masalah di Surabaya teratasi.
"Lima tahun lalu saya menaklukkan hati seorang wanita di Kota
Surabaya. Siapa sangka, lima tahun kemudian saya berjuang bisa merebut hati warga di kota ini," katanya.
Sementara Rania menegaskan dukungan untuk suami maju di Pilwali Surabaya. "Sebagai arek Suroboyo asli, saya berharap suami saya, dokter Gamal, bisa mengabdikan dirinya untuk membangun Surabaya," katanya.
"Selama lebih dari lima tahun mendampingi suami, saya menjadi saksi jika suami saya merupakan orang yang pantang menyerah, pekerja keras, dan sangat peduli kepada masyarakat," katanya.