Bahasa Jawa di Jawa Timur Dikenal Kasar, Kenapa? Ini Faktornya

Ihya Ulumuddin
Bahasa Jawa di Jawa Timur dikenal kasar, kenapa?. (Foto: diolah dari depositphotos).

Lalu, apa yang menjadi penyebab bahasa Jawa di Jawa Timur lebih kasar, berikut faktornya: 

1. Pengaruh Budaya 

Budaya memengaruhi perilaku seseorang, baik dalam beriteraksi maupun berkomunikasi. Maka, bahasa sebagai alat komunikasi juga ikut terpengaruh dengan budaya, tempat seorang itu tinggal. 

Dari tinjuan ini, menjadi wajar bila bahasa Jawa di Jawa Timur cenderung kasar, tidak baku. Sebab, masyarakat yang tinggal di Jawa Timur jauh dari pusat peradaban Jawa, yang kita tahu berada di Jawa Tengah. 

Analisis itu pula yang disampaikan oleh ahli bahasa Revi Soekatno. Dia menyebut, penggunaan bahasa Jawa di Jawa Timur yang cenderung kasar karena jauh dari pusat kekuasaan dan kebudayaan Jawa yang ada di Jawa Tengah. 

Sebagaimana teori center-periphery model (model pusat-pinggiran), maka Jawa Timur merupakan daerah pinggiran dari pusat peradaban yang ada di Mataram atau Yogyakarta dan Solo. Maka, pengaruh budaya dari pusat peradaban itu pun memudar. Tidak sekental mereka yang tinggal di Jawa Tengah atau perbatasan. 

2. Geografis 

Sama halnya budaya, kondisi geografis juga bisa berpengaruh terhadap masyarakat penghuninya. Nah, kondisi geografis di Jawa Timur, terutama Surabaya juga demikian. Alam di Jawa Timur lebih kering dan panas, Sebab, hujan turun tak sesering Jawa Tengah atau bahkan Jawa Barat. 

Kondisi alam yang kering inilah kata ahli bahasa Revi Soekatno yang ikut memengaruhi karakter dan sifat manusianya. Manusia menjadi tipe yang no nonsense dan to the point. Hal itu tercermin dari bahasa Jawa di Jawa Timur yang cenderung lugas dan apa adanya. 

Meski begitu, kasar atau tidak kasar suatu bahasa tergantung dari mana prespektifnya. Bila dipandang dari prespektif orang luar Jatim, bahasa Jawa di Jawa Timur pasti terkesan kasar. 

Namun, bagi orang Jatim atau Surabaya, bahasa Jawa tersebut biasa-biasa saja. Bahkan, kata umpatan jancuk, bagi masyarakat Surabaya menjadi hal biasa atau bahkan menimbulkan kesan keakraban antarsahabat. Sebaliknya, kata Jancuk akan bermakna sangat kasar bagi masyarakat di luar Surabaya. Itulah alasan kenapa bahasa Jawa di Jawa Timur dikenal kasar.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Identitas Kerangka Manusia di Bukit Jember, Warga Diduga Depresi usai Cerai dengan Istri

57 tahun lalu

Mayat Terikat Ditemukan dalam Rumah Kosong di Jember, Pelaku Ditangkap Kurang dari 8 Jam

57 tahun lalu

Ngeri! Maling Motor Modus COD di Pasuruan Dihajar Massa hingga Kritis

57 tahun lalu

Kecelakaan di Malang, Motor dan Ambulans Tabrakan di Depan IGD RSSA

57 tahun lalu

Waspada Hipnotis! Lansia di Madiun Kehilangan Perhiasaan dan Uang Jutaan usai Terima Tamu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal