SURABAYA, iNews.id – Satu dari empat anggota polisi yang menjadi korban bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya kritis. Bripda Ahmad Nurhadi, kehilangan satu mata dan harus dirujuk ke RS dr Soetomo untuk menjalani operasi.
“Dia (Bripda) terkena letusan bom di bagian mata. Satu matanya hilang. Mudah-mudahan sebagian matanya bisa fungsikan lagi. Sekarang masih menjalani operasi,” kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin di Surabaya, Selasa (15/5/2018).
Machfud menjelaskan, tiga anggota polisi lainnya masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Polda Jatim. Ketiganya telah menjalani operasi dan masih dalam pengaruh obat bius. “Kondisinya naik turun, kadang sadar, melek (membuka mata) kadang memejamkan mata. Itu karena obat bius,” katanya.
Kondisi sama juga terjadi pada dua polisi yang menjadi korban bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Utara. Namun, kondisi kedua anggota polisi ini relatif lebih stabil.
“Untuk yang dua ini sudah dapat kenaikan pangkat dari Mabes Polri. TR-nya (telegram rahasia) sudah turun. Mudah-mudahan yang empat lagi segara menyusul,” katanya.