Cerita Gus Ulil: Istilah Halaqah Muncul saat Gus Dur Jadi Ketua Umum PBNU

Abdul Hakim
Ketua Lakpesdam PBNU Ulil Abshar Abdalla (kanan) di acara halaqah ulama nasional di Lamongan. (Abdul Hakim).

“Itulah latar belakang dari dirumuskannya keputusan Munas Lampung tahun 1992. Keputusan ini kemudian mencoba menggeser pola bermadzhab di NU dari bermadzhab secara qauli menjadi bermadzhab secara manhaji. Ini keputusan yang tidak mungkin terjadi jika tidak didahului muqodimah. Muqodimah itu adalah halaqah kitab kuning yang diselenggarakan sebelum itu,” kata Gus Ulil.

Gus Ulil mengatakan, halaqah ini punya kontribusi penting di dalam NU. Halaqah ini kemudian mengalami fase vakum beberapa tahun sejak berakhirnya kepemimpinan Gus Dur. Kemudian di era Gus Yahya ketika menjadi Ketua PBNU, kegiatan ini dibangkitkan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua RMI PBNU, KH Hodri Ariev mengatakan, Halaqah Ulama Nasional dengan tema Menyambut Peradaban Baru, Menguatkan Pesantren dan Revitalisasi Kitab Kuning bermaksud menyambut tagline besar PBNU yaitu Merawat Jagad Membangun Peradaban.

“Kami di RMI menerjemahkan gagasan ini dalam sikap yang lebih spesifik, merawat pesantren membangun peradaban.  Topik besar yang akan kita diskusikan dalam halaqah ini Menyambut Peradaban Baru, Menguatkan Pesantren dan Revitalisasi Kitab Kuning. Ini merupakan suatu ikhtiar untuk bisa terlibat berpartisipasi aktif dalam ikhtiar PBNU mewujudkan  dunia yang lebih baik dan semakin baik, dunia yang mendorong kemaslahatan seluruh umat manusia,” kata KH Hodri Ariev.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
15 hari lalu

Pembahasan Aturan Pemilihan Ketum PBNU Buntu, Pleno Muktamar NU Diskors

16 hari lalu

Peserta Muktamar NU Diduga Dipukuli karena Beda Dukungan, Kasus Dilaporkan ke Polisi

16 hari lalu

Tak Capai Mufakat, Pemilihan Ketum PBNU di Muktamar NU Ditentukan lewat Voting Malam Ini

2 bulan lalu

Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU, Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Siap All Out

9 bulan lalu

Putusan Rapat Konsultasi Syuriyah-Mustasyar PBNU Final, Mengikat secara Konstitusional

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal