Fokus Tangani Kampung Rawan Banjir, Wali Kota Surabaya: Tak Usah Bangun yang Aneh-Aneh, Itu Dulu!

Antara
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau banjir (Foto: Sindonews/Aan Haryono).

"Sekarang kami akan mengerjakan yang ada di posisi perkampungan, karena perkampungan ini sudah terjadi puluhan tahun," lanjutnya.

Wali Kota Eri menjelaskan jika informasi tersebut diterima dari grup aplikasi WhatsApp Forkom LPMK Surabaya. Di sana turut bergabung para Kepala OPD, camat, lurah, dan RT/RW untuk mengetahui secara langsung persoalan di tingkat masyarakat.

"Banyak terjadi permasalahan itu karena satu wilayah tidak ada tempat resapan air, lalu banyak dibangun rumah. Ini baru zaman saya tersampaikan hal yang seperti itu, ketika mendapatkan informasi dari masyarakat, saya baru tahu semuanya kalau banjir," kata pria yang kerap Cak Eri ini.

Cak Eri menyebut perkampungan rawan banjir seperti di Jalan Dukuh Kupang gang 10A dan di kawasan Dukuh Kupang RW 14.

"Itu air tingginya sampai sepinggang, karena cekung tempatnya dan air lewat, tetapi ketika hujan selesai hilang. Ini yang akan kami selesaikan di tahun 2023/2024," katanya.

Meski begitu, lanjut dia, jika intensitas hujan yang mengguyur Kota Surabaya tinggi, masyarakat tidak perlu khawatir. Apabila terjadi banjir, dapat dipastikan hanya selama hujan berlangsung, sebab jika hujan reda, banjir juga akan segera surut.

"Surabaya ada berita apapun ketika hujan lalu banjir, itu sampai 20-30 cm, tapi setelah hujan selesai pasti banjir hilang," katanya.

"Tidak ada banjir sampai 4 jam, sehari atau dua hari, jangan sampailah. Surabaya tidak ada itu, maksimal 20 menit itu hilang, hujannya reda hilang. Tapi, saya maunya saat hujan tidak ada banjir, saya mohon maaf kepada warga Surabaya di perkampungan yang terkena banjir sudah lama, saya mencari cara dulu," kata dia.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Janjikan Loker di Pemkot Surabaya Minta Rp20 Juta, 2 Pegawai Non-ASN Dipecat

2 bulan lalu

Banjir di Padang Meluas hingga Rendam 5 Kecamatan, BNPB Minta Warga Tetap Waspada

2 bulan lalu

Banjir Terjang Tapanuli Tengah akibat Tanggul Sungai Jebol, 150 Warga Mengungsi

2 bulan lalu

Banjir Rendam 3 Kecamatan di Padang, Sejumlah Kendaraan Hanyut dan Warga Dievakuasi

3 bulan lalu

Agam Mencekam! Banjir Rendam Ratusan Rumah, Ratusan Warga Dievakuasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal