Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 5 Bahaya Penggunaan Gawai Berlebih pada Anak, dari Obesitas hingga Gangguan Mental
Advertisement . Scroll to see content

Kenapa Remaja Lebih Nyaman Curhat ke Teman daripada Orang Tua? Ini Penjelasannya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:53:00 WIB
Kenapa Remaja Lebih Nyaman Curhat ke Teman daripada Orang Tua? Ini Penjelasannya
Ilustrasi anak muda dilatih untuk bisa menjadi konselor sebaya. (Foto: Dokumentasi: Humas Kementerian Transmigrasi / Tim Ekspedisi Patriot UNAIR)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Remaja tidak selalu mudah menceritakan masalah yang mereka hadapi kepada orang tua. Persoalan pertemanan, rasa minder, hingga kesulitan mengendalikan emosi terkadang justru lebih mudah dibagikan kepada teman sebaya yang dianggap bisa memahami perasaan mereka.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya lingkungan pertemanan yang suportif bagi kesehatan mentalanak muda. Teman yang bersedia mendengarkan tanpa menghakimi dapat menjadi tempat bercerita, terutama ketika seorang remaja belum siap mengungkapkan masalahnya kepada orang dewasa.

Namun, menjadi tempat curhat bukan berarti seorang teman harus mampu menyelesaikan semua persoalan. Remaja tetap membutuhkan dukungan orang tua, guru, dan tenaga profesional ketika menghadapi masalah yang lebih serius.

Anak muda dilatih untuk bisa menjadi konselor sebaya. (Foto: Dokumentasi: Humas Kementerian Transmigrasi / Tim Ekspedisi Patriot UNAIR)
Anak muda dilatih untuk bisa menjadi konselor sebaya. (Foto: Dokumentasi: Humas Kementerian Transmigrasi / Tim Ekspedisi Patriot UNAIR)

Pentingnya dukungan tersebut menjadi perhatian Tim 4 Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (Unair) saat mendampingi remaja di Distrik Prafi, kawasan transmigrasi di Manokwari, Papua Barat. Tim tersebut menemukan persoalan kepercayaan diri yang perlu mendapat perhatian dalam proses tumbuh kembang anak muda.

Ketua Tim 4 Ekspedisi Patriot Unair, Prof. Endang Retno Surjaningrum, S.Psi., M.AppPsych., Ph.D., Psikolog, menjelaskan bahwa remaja di kawasan tersebut cenderung memiliki rasa percaya diri yang rendah berdasarkan pengamatan tim di lapangan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut