SURABAYA, iNews.id – Kabar wafatnya KH Hasyim Wahid (Gus Im) mengagetkan banyak orang, terutama para aktivis muda Nahdlatul Ulama (NU) dan PMII. Sebab, adik bungsu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini cukup dekat dengan mereka.
Gus Im sering menjadi teman diskusi, menyampaikan gagasan-gagasan brilian tentang segala hal, terutama urusan negara, realita sosial hingga kebangsaan. Hanya saja, tak banyak orang tahu tentang sosok kiai nyentrik ini, kecuali mereka yang berpengalaman di dunia pergerakan.
Pengasuh Ponpes Denanyar Jombang, KH Abdussalam Sohib (Gus Salam) menceritakan, hampir semua tokoh muda NU yang kini menduduki posisi strategis merupakan buah dari sentuhan Gus Im. Beberapa di antaranya Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar; Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa hingga mantan Menaker, Hanif Dhakiri.
Di luar itu, aktivis pergerakan lain, kata Gus Salam, juga sangat dekat dengan Gus Im, termasuk kalangan militer. “Beliau ini mendidik generasi muda NU luar biasa. Selain paham tentang geopolitik, sanad keilmuannya juga bagus. Mirip Gus Dur,” katanya kepada iNews.id, Sabtu (1/8/2020).
Namun, Gus Im tidak pernah mau tereskpose. Karena itu, di kalangan NU, Gus Im dikenal sebagai pasukan bawah tanah ulama NU. Tidak pernah muncul, tetapi buah pikirannya selalu menjadi warna, terutama untuk kepentingan bangsa dan negara.