Jasad TKI Banyuwangi Dimakamkan di Batam karena Tak Punya Biaya Pemulangan Jenazah

Eris Utomo
Reni Puspitasari, (Jibab merah), anak kedua dari TKI yang meninggal di Batam, Kepri, Endang Sulastin. (Foto: iNews/Eris Utomo)

Menurut anak kedua Endang, Reni Puspitasari, ibunya sudah menjadi TKI sejak 25 tahun lalu. Selama itu, ibunya hanya pulang ke Indonesia sekali di tahun 2011 dan menghabiskan waktu selama satu bulan di kampung.

“Saat itu saya masih kelas 3 SD, dan hanya bersama selama satu bulan saja” katanya.

Dia mengaku kabar meninggal ibunya berasal dari Paguyuban Putra Putri Banyuwangi (P3B) yang menyebarkan informasi ini di media sosial. Dari media sosial ini dilaporkan ke Dinas Sosial Banyuwangi yang kemudian meneruskannya ke Kelurahan Kepatihan.

“Kelurahan Kepatihan itu tempat tinggal saudara, yang lalu memberitahukan kepada kami anak-anaknya di Kertosari,” katanya.

BACA JUGA: TKI asal Trenggalek Ditemukan Tewas, Polisi Tangkap Rekan Kerja Korban

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
11 hari lalu

3 Orang Tewas saat Karvanal Sound Horeg, Pemprov Jatim Evaluasi Aturan Kegiatan

11 hari lalu

Atap Kantor Bea Cukai Batam Terbakar, Dentuman Keras Kejutkan Pegawai

19 hari lalu

Terungkap Mayat Perempuan Ditemukan Membusuk di Hutan Batam, Ternyata Dibunuh Suami Siri

2 bulan lalu

KM Genius Tenggelam di Laut Bali, 6 ABK Selamat Mengapung Pakai Styrofoam

3 bulan lalu

Kekeringan di Bondowoso, Polisi Distribusikan Bantuan Air Bersih ke Warga Bersama BPBD

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal