Keluarga Korban Minta Tragedi Ponpes Al Khoziny Diusut: Kami Ingin Kepastian dan Keadilan

Tim iNews
Keluarga korban Ponpes Al Khoziny meminta polisi mengusut dugaan kelalaian pembangunan musala yang menewaskan puluhan santri. (Foto: Ilustrasi)

Menurutnya, seharusnya ponpes memiliki data santri yang lengkap dan akurat, namun fakta di lapangan menunjukkan hal sebaliknya. Saat proses pencarian korban dilakukan, data antara pihak ponpes dan Basarnas tidak sinkron, sehingga memperlambat proses identifikasi.

“Data santri seharusnya tersimpan di database ponpes, tapi ternyata tidak diperbarui. Basarnas bahkan harus mencari data sendiri. Ada ketidaksesuaian antara data ponpes dan data posko,” katanya.

Hamida juga menuturkan, keluarganya sempat mengalami kesulitan ketika petugas datang ke alamat lama di Surabaya, padahal mereka telah melaporkan perubahan alamat ke ponpes sejak enam bulan lalu.

“Artinya data santri tidak pernah diperbarui. Kami sudah laporkan perubahan alamat, tapi tidak ada tindak lanjut,” katanya.

Dia menambahkan, banyak wali santri mengalami hal serupa, namun memilih diam karena takut atau merasa tidak punya posisi kuat untuk menuntut kejelasan. Komunikasi dengan pihak ponpes pun disebut sangat minim.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemerintah bakal Audit Bangunan Ponpes Tua Berusia 100-200 Tahun

57 tahun lalu

BNPB: Seluruh Jenazah Korban Ponpes Al Khoziny Ambruk Telah Ditemukan

57 tahun lalu

Operasi SAR Ponpes Al Khoziny Ambruk Ditutup, 67 Orang Tewas

57 tahun lalu

Beda Data BNPB dan Basarnas Jumlah Korban Tewas Ponpes Al Khoziny Ambruk, Ini Penjelasannya

57 tahun lalu

61 Orang Tewas di Tragedi Ponpes Al Khoziny Ambruk, Baru 17 Jenazah Teridentifikasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal