Kedua, warna kuning, artinya penularan sama dengan satu dan penyakit akan konstan ada. Tidak bertambah dan tidak berkurang di populasi, sehingga menjadi endemis. Ketiga, warna hijau, artinya nilai penularan di bawah satu dan penyakit dapat terkendali. "Surabaya sudah warna hijau dan artinya penyakit sudah terkendali,” katanya.
Febria mengatakan, angka RT tersebut dihitung dengan dasar data onset mulai 26 Februari-3 Agustus 2020 atau setara dengan 160 hari. Febria menerangkan, pada 21 Maret–23 Mei atau bertepatan pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap satu dan dua, RT Surabaya berwarna merah.
Kemudian pada 24-25 Mei membaik menjadi kuning. Berikutnya, pada 26 Mei-4 Juni berubah menjadi warna hijau. Selanjutnya pada 5-6 Juni 2020 berubah menjadi kuning dan pada 7 Juni berwarna merah.
"Lalu 8-10 Juni masuk warna kuning. Pada 11-12 Juni berwarna merah. Kemudian 13-15 Juni kembali berwarna kuning. Terus begitu, berubah-ubah sangat dinamis, tetapi yang paling lama warna hijau ini adalah dua minggu terakhir, semoga bisa konsisten," ujarnya.
Febria mengatakan, tes swab dan rapid test yang massif, berperan dalam penurunan angka penularan. Sebab, ketika tes itu dilakukan, pasti dapat mempercepat deteksi dini atau penemuan dini pasien terkonfirmasi.