Santri Gontor Tewas Dianiaya, Ketum PBNU: Zaman Berubah Sanksi Jangan Pakai Kekerasan

Widya Michella
Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. (ist).

Gus Yahya meyakini pesantren sudah berusaha membuat skema manajemen yang sebaik-baiknya. Namun, dengan sekian banyak santri tentu ada saja kemungkinan terjadi hal-hal semacam ini," ujarnya. 

Pada kesempatan itu, juru bicara (Jubir) Presiden ke-4 Indonesia ini mengaku ikut prihatin dan mendukung pesantren Gontor sepenuhnya untuk mengatasi masalah ini dengan baik. Selain itu menyerukan kepada pesantren yang dibawah naungan NU untuk memperhatikan masalah sistem pengawasan santri.

"Atas nama PBNU kami menyampaikan belasungkawa dan juga di sisi lain kami menyerukan kepada pesantren-pesantren khususnya di lingkungan NU untuk lebih memperhatikan lagi masalah sistem pengawasan santri," ujarnya.  

"Mudah-mudahan di masa yang akan datang bisa lebih dikelola dengan baik dan bisa dicegah agar hal ini tidak terulang," ujarnya. 

Gus Yahya juga kembali menegaskan pihaknya secara mutlak menolak penjatuhan sanksi menggunakan kekerasan di lingkungan pesantren. "Itu secara mutlak harus kita tolak sampai ada penjatuhan sanksi dengan kekerasan," katanya.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
11 hari lalu

Berkas Lengkap, Tersangka Anak Kasus Kebakaran Ponpes NTB Tewaskan Santri Segera Diadili

13 hari lalu

Kebakaran Pesantren Al Falakiyah Bogor, Puluhan Santri Sesak Napas Dilarikan ke RS

17 hari lalu

Kasus Santri Keracunan MBG di Sidoarjo, BGN Periksa Pengelola SPPG Kalitengah

18 hari lalu

Kronologi 200 Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Keracunan usai Santap MBG

18 hari lalu

200 Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, Ponpes Pastikan Tidak Ada yang Meninggal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal