Ternyata Ini Alasan KPK Enggan Ungkap Lokasi Persembunyian Harun Masiku

Rahmat Ilyasan
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johanis Tanak. (Foto: Rahmat Ilyasan).

SURABAYA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memburu tersangka korupsi, Harun Masiku. Meski KPK mengklaim telah mendeteksi keberadaannya, namun lokasi persembunyian Harun Masiku masih dirahasiakan.

Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak usai menghadiri acara penandatanganan pakta integritas anti-korupsi bersama kepala daerah se-Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (13/6/2024). 

"Apapun alasannya kita tetap berusaha mencari dan menemukan makanya kita sudah minta ditetapkan sebagai DPO," ujar Johanis.

Dia menjelaskan alasan KPK tidak mengungkap keberadaan Harun Masiku. KPK, kata dia khawatir jika Harun Masiku kembali kabur jika mengetahui persembunyiannya telah terdeteksi.

"Saya tidak boleh mengungkapkan itu, kenapa? Ketika saya mengungkapkan di mana adanya dia maka dia bisa menghilang. Kalau kita bilang dia di titik ini, penyidik kita ke sana nanti hilang dia. Jadi itu Rahasia, RHS," ucapnya

Diketahui, Harun Masiku ditetapkan sebagai DPO oleh KPK sejak 17 Januari 2020. Politikus PDIP itu ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan suap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, terkait penetapan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR terpilih 2019-2024.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
1 hari lalu

Usai Geledah DPUPR, KPK Sisir Kantor DLH Klaten Terkait Kasus Bupati Hamenang

10 hari lalu

KPK Geledah 7 Ruangan di Pemkab Klaten, Bawa Sejumlah Berkas dalam Koper

12 hari lalu

Hamenang Jadi Tersangka KPK, Mahanni Yulindha Pratiwi Jabat Plt Bupati Klaten

15 hari lalu

KPK OTT di Klaten, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo dan Sejumlah Pejabat Dikabarkan Ikut Dibawa

20 hari lalu

Bawa Sabu 2,1 Kg, Pria Asal Tarakan Ditangkap Polisi di Kutai Timur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal