Bocah di Kotim Terluka Parah Diserang Owa-Owa yang Lepas dari Kandang

Sigit Dzakwan Pamungkas
Seekor owa-owa diserahkan masyarakat ke BKSDA Sumut beberapa waktu lalu. (Foto: istimewa)

Sebaliknya BKSDA juga mengimbau kepada masyarakat setempat untuk tidak melakukan penangkapan, pembunuhan, atau hal lain kepada satwa liar yang dilindungi apabila terlihat muncul ke permukiman warga.

"Apabila ada kemunculan dan gangguan satwa liar khususnya satwa liar yang dilindungi undang-undang, tolong dilaporkan ke petugas BKSDA, TNI atau Polri. Jangan ditangkap, dipelihara atau dibunuh," ujarnya.

Usai memberikan pemahaman kepada warga setempat, BKSDA Pos Jaga Sampit menerima penyerahan Owa yang menyerang bocah tersebut untuk ditindaklanjuti.

"Untuk satwa liar dimaksud sudah kita terima dan diamankan di Pos Sampit sambil menunggu arahan pimpinan," katanya.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
9 hari lalu

Kotawaringin Timur Perpanjang Status Darurat Karhutla hingga 15 November 2026

11 hari lalu

Kawasan Taman Nasional Way Kambas Lampung Kembali Terbakar, Habitat Gajah Terancam

12 hari lalu

Kejar PAD Rp1 Miliar, Anggota DPRD Kotim Hendra Sia Dorong Penguatan Laboratorium

14 hari lalu

Padamkan Bara Api di Gambut, Satgas Karhutla Kotim Gunakan Metode Suntik Air

17 hari lalu

Warga Sampit Keluhkan Kabut Asap Karhutla Berkepanjangan, Sesak Napas dan Mata Perih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal