Realisasi Anggaran Covid-19 di Kalbar Rendah, Pencairan Insentif Nakes Dianggap Ruwet

Antara
Ilustrasi tenaga kesehatan. (Foto: Antara)

PONTIANAK, iNews.id - Realisasi penggunaan anggaran penanganan Covid-19 di Kalimantan Barat masih rendah. Dari total anggaran Rp891,38 miliar baru terserap 13,39 persen.

"Penyerapan dana Kalbar dari dana alokasi umum (DAU) sampai dengan 17 Juli 2021 sebesar 13,39 persen dari total Rp891,38 miliar yang menjadi pagu anggarannya," ujar Kepala Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Edih Mulyadi di Pontianak, Senin (26/7/2021).

Edih menyebutkan, ada beberapa faktor yang membuat terhambatnya realisasi dana penanganan Covid-19 di Kalbar. Di antaranya refocusing anggaran baru pada bulan Maret, dan pencairan insentiftenaga kesehatan (nakes) yang dianggap pemerintah daerah agak ruwet.

Selain itu faktor kasus Covid-19 yang fluktuatif, mekanisme pengadaan melalui lelang yang memerlukan waktu, serta sumber daya manusia yang terlalu diarahkan untuk pelayanan kesehatan.

"Hal lainnya pelaporan yang lambat. Dalam artian pembayarannya sudah dikerjakan, tetapi pelaporannya lambat dibuat," katanya.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
2 hari lalu

Berkah dari Langit! Hujan Lebat Guyur Pontianak, Kabut Asap Perlahan Menghilang

10 hari lalu

Karhutla Singkawang Masuki Hari ke-18, Tim Gabungan Kendalikan Kebakaran Lahan Gambut

11 hari lalu

Upaya Penanggulangan Karhutla Kalimantan Barat Tahun 2027

14 hari lalu

Izin Usaha 5 Korporasi di Kalbar Dibekukan akibat Karhutla, Tersebar di Ketapang dan Sanggau

22 hari lalu

Jaring Talenta Muda, Perindo Cup 2026 Diikuti 72 Klub se-Kalimantan Barat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal