Sepanjang 2022, BPOM Pontianak Ungkap 37 Kasus Obat dan Makanan Ilegal

Antara
BBPOM Pontianak, Kalimantan Barat menyatakan, telah menemukan sebanyak 37 kasus perdagangan obat-obatan dan makanan ilegal sepanjang 2022. (Foto ANTARA/Jessica HW)

Tercatat ada 1.418 jenis obat dan makanan yang dilakukan penyitaan, terdiri atas 33.112 kemasan obat dan makanan ilegal yang ditemukan dalam operasi penertiban karen tidak memenuhi ketentuan.

Obat-obatan ini terdiri atas obat tanpa izin edar dan obat keras tanpa keahlian serta kewenangan (contohnya Obsagi, Minoxidil dan lain-lain). Lalu obat tradisional tanpa izin edar (contohnya Bugarin, Kuat Lelaki Cap Beruang dan lain-lain), suplemen kesehatan tanpa izin edar (contohnya Lachel Vitamin C 2 in 1, Frozen Detox Dietary Supplement dan lain-lain).

"Kemudian kosmetik tanpa izin edar (contohnya Collagen, Temulawak, Tati Malaysia, dan lain-lain) dan pangan olahan tanpa izin edar (contohnya Soloco Chocolate)," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala BBPOM Pontianak Fauzi Ferdiansyah mengimbau masyarakat agar tidak membeli obat dan makanan ilegal atau yang tak memiliki izin BBPOM. Harapannya agar tidak dirugikan, baik dari segi kualitas dan lainnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar

57 tahun lalu

Gempa Terkini Guncang Kayong Utara Kalbar, Cek Magnitudonya

57 tahun lalu

Identitas 8 Korban Tewas Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar, 2 Kru dan 6 Penumpang

57 tahun lalu

Aksi Cepat TNI! 209 Prajurit Dikerahkan Evakuasi Korban Helikopter Jatuh di Sekadau

57 tahun lalu

Terungkap! Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar Sempat Kirim Sinyal Darurat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal