Informasi berikutnya, ujar Doni, dari seluruh angka kematian di Kalsel, sebanyak 60 persen merupakan pasien positif yang punya riwayat perjalanan dari Gowa. Jadi dia memohon sekali lagi mereka yang punya riwayat perjalanan ke Gowa untuk secara sukarela memeriksakan diri.
Kepada pemerintah daerah, Doni minta untuk menangani pandemi Covid-19 ini dengan pendekatan kearifan lokal. Seperti melibatkan tokoh masyarakat, agama, adat dan kepemudaan.
“Tolong pimpinan daerah mengikutsertakan tokoh-tokoh masyarakat, adat, agama dan pemuda. Agar mereka diberikan peran. Seperti membantu sosialisasi, edukasi dan upaya-upaya tracking. Sehingga petugas lab dengan mudah bisa mendapatkan data,” kata Doni.
Menurutnya, belum ada ahli yang bisa memastikan kapan pandemi Covid-19 ini berakhir. Karena itu, upaya pencegahan dan penyadaran ke masyarakat harus lebih ditingkatkan. Termasuk dalam menerapkan protokol kesehatan agar meminimalisir terinfeksi virus corona.
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor usai pertemuan dengan rombongan, mengaku siap melaksanakan arahan dari pemerintah pusat. “Kami semaksimal mungkin melindungi masyarakat dengan terus berupaya menangani virus corona, agar kita bisa segera terbebas dari wabah ini,” ujar Paman Birin, sapaan Sahbirin Noor.
Karena itu, Paman Birin mengajak warganya terus membudayakan hidup dengan protokol kesehatan, yakni menjaga jarak, menggunakan masker bila harus keluar rumah, menghindari kerumunan dan rajin cuci tangan.
Paman Birin juga berterimakasih kepada pemerintah pusat yang memberikan perhatian terhadap penanganan Covid-19. Apalagi Kalsel kembali mendapat bantuan seperti dua unit PCR, empat ventilator, oksigen konsentrat, vitamin C dan APD. Serta bantuan dari Menteri Kesehatan berupa sembilan pack plasma konvalesen, sebagai vaksinasi pasif dari pasien yang sembuh untuk terapi penyembuhan bagi pasien positif yang mengalami gejala berat.