Mufsihuddin menambahkan, banyak dari kalangan peternak itik petelur di Kabupaten Tanbu bergantung pada permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Karena itu, melalui DPRD Kalsel, dia meminta ada perlindungan pemerintah terhadap keberlangsungan usaha peternak lokal.
Anggota DPRD Kalsel M Yani Helmi prihatin mendengarkan pengaduan perwakilan peternak. Dia menyebutkan, hasil monitoringnnya ke daerah sebelumnya, nyaris semua pelaku usaha mengalami hal serupa.
“Tak hanya peternak, pekebun dan penambak ikan pun memang mengalami masa sulit di tengah masa pandemi saat ini,” katanya.
Dengan kondisi itu, dia mendorong Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalsel dan masyarakat untuk sama-sama membantu dengan memilih produk lokal di tengah membanjirnya produk dari luar daerah.
“Ibu kepala Disbunnak, kami tahu beliau berkomitmen bahkan sampai ikut menjual hasil ternak petani lokal. Itu kami apresiasi. Tapi tidak cukup sampai di situ. Kecintaan masyarakat terhadap produk lokal juga harus ditumbuhkan,” ujar Yani.