SAMPIT, iNews.id - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mulai berdampak terhadap kesehatan warga. Sejumlah warga, termasuk anak-anak yang mengalami gangguan pernapasan, mendatangi rumah aman asap untuk mendapatkan tempat berlindung dan pertolongan.
Di tengah pekatnya kabut asap, rumah oksigen atau rumah aman asap menjadi salah satu tempat yang dituju warga untuk mengurangi paparan asap. Kondisi udara yang memburuk tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga meningkatkan kekhawatiran terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.
Salah satu warga yang terdampak adalah seorang murid sekolah dasar yang mengalami gejala asma setelah terpapar kabut asap.
Ibu korban, Rossy, mengatakan anaknya sempat mengalami demam tinggi, batuk, dan sesak napas. Kondisinya kini berangsur membaik setelah mendapatkan pertolongan.
"Anak saya panas, demam tinggi, batuk dan sesak napas karena juga punya riwayat asma. Alhamdulillah sekarang sudah membaik, sangat membantu untuk pertolongan warga yang membutuhkan di tengah kabut asap," ujarnya, Jumat (16/10/2026).