Keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala utama petugas di lapangan. Untuk memenuhi kebutuhan air, petugas mengandalkan mobil tangki serta sumur bor milik warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran.
"Untuk kendala ya seperti biasa, sumber air sudah mulai mengering karena beberapa bulan ini tidak ada hujan, jadi kita harus menggunakan unit tangki dan sumur bor warga," ujar personel Dalkarhutla Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah, Fauzi Rahman di lokasi.
Dia mengatakan, kondisi kemarau membuat upaya pemadaman menjadi lebih sulit karena ketersediaan air terbatas.
Maraknya karhutla juga berdampak pada kondisi udara di Palangkaraya. Kabut asap menyelimuti sejumlah kawasan permukiman dan jalan protokol sehingga mengganggu jarak pandang pengendara.