“Dengan status Tanggap Darurat ini, kami memiliki kewenangan lebih luas untuk mempercepat penanganan, baik dalam hal penggunaan dana BTT maupun pengajuan dukungan bantuan ke Pemprov dan Pusat, termasuk pemadaman udara atau water bombing jika sangat diperlukan,” ujarnya.
Seluruh personel Satgas Karhutla Kotim kini disiagakan di berbagai titik rawan untuk memantau pergerakan api serta mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar.