3 Santriwati Diduga Dilecehkan Pimpinan Ponpes di Samarinda, Modus Nikah Batin

iNews TV
TRC PPA Kaltim dampingi santriwati pelapor kasus dugaan kekerasan seksual di pondok pesantren Samarinda saat membuat laporan di Polresta Samarinda. (Foto: iNews TV/ARDI WIRIYA)

SAMARINDA, iNews.id - Tiga santriwati diduga menjadi korban kekerasan seksual di salah satu pondok pesantren di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Mereka melapor dengan pendampingan Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim ke Polresta Samarinda.

Ketua TRC PPA Kaltim Rina Zainun mengungkapkan, para korban mengalami tindakan yang diduga pelecehan hingga persetubuhan dengan rentang waktu berbeda.

“Terjadi tindakan pelecehan, persetubuhan. Saya tidak bisa jelaskan lebih rinci, nanti biar ranah kepolisian yang menjelaskan, yang pastinya terjadi kekerasan seksual,” katanya, Rabu (24/6/2026).

Rina menyebut salah satu korban mengalami peristiwa tersebut dalam rentang waktu 2018 hingga 2022. Awalnya, ada empat korban yang datang untuk melapor, namun saat ini tercatat tiga santriwati yang resmi memberikan keterangan.

“Awalnya ada empat yang menemui saya, kini yang melapor ada tiga,” ujarnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

11 Mantan Santriwati di Kukar Laporkan Pengasuh Ponpes ke Polisi terkait Kasus Pencabulan

57 tahun lalu

Terancam 12 Tahun Bui, Pengasuh Padepokan di Pekalongan Bantah Cabuli Santriwati

57 tahun lalu

Polisi Tangkap Pendiri Ponpes di Pekalongan, Diduga Cabuli 6 Santriwati

57 tahun lalu

Tampang Pimpinan Padepokan Padang Ati Pekalongan yang Diduga Cabuli Puluhan Santriwati

57 tahun lalu

Pimpinan Padepokan Padang Ati Pekalongan Ditangkap, Diduga Cabuli Puluhan Santriwati

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal