LAMPUNG SELATAN, iNews.id – Aktivitas vulkanikGunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, mulai menunjukkan tren penurunan. Setelah sempat mengalami episode erupsi menerus selama kurang lebih 25 jam, aktivitas gunung api aktif tersebut kini kembali berlanjut ke pola letusan berskala lebih ringan atau Tipe Strombolian.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan, episode erupsi menerus yang berlangsung sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB telah berakhir pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.
Kendati episode erupsi menerus telah usai, data pemantauan pos pengamatan pada periode Senin (7/9/2026) mencatat aktivitas kegempaan internal masih cukup fluktuatif.
Tercatat ada 9 kali gempa tremor harmonik, 17 kali gempa low frequency, serta 23 kali gempa hibrid (fase banyak). Selain itu, instrumen juga merekam adanya tremor menerus dengan amplitudo berkisar antara 3 hingga 20 milimeter.
"Meredanya erupsi bukan berarti aktivitas berhenti sepenuhnya. Dinamika vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. Meskipun data terbaru menunjukkan tren energi yang cenderung menurun, potensi letusan untuk beberapa periode ke depan masih tergolong tinggi," ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Suwarno, Senin (7/9/2026).
Hingga saat ini, Badan Geologi menegaskan status Gunung Anak Krakatau belum berubah dan tetap bertahan pada Level III (Siaga).