2 PDP yang Meninggal Dapat Dijadikan Indikator Pemberlakuan PSBB di Ambon

Antara
Ilustrasi PSBB. (Foto: Istimewa)

AMBON, iNews.id – Wakil Ketua DPRD Maluku, Abdul Asis Sangkala mengatakan meninggalnya dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Ambon, Provinsi Maluku sudah bisa dijadikan indikator untuk mengusulkan penetapan dan pemberlakuan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Meski demikian, kesiapan pemerintah daerah secara internal juga harus menjadi perhatian.

"Saya pikir ini bisa menjadi salah satu indikator yang patut dipertimbangkan oleh pemerintah pusat," kata Abdul di Ambon, Minggu (3/4/2020).

Menurutnya, PSBB bukan sebatas keputusan yang datang dari Menteri Kesehatan, tetapi bagaimana pemda mempersiapkan diri dalam menghadapi aturan yang akan diberlakukan bersama.

Yang harus dipersiapkan di antaranya masalah tenaga medis, lalu persiapan daerah untuk melaksanakan kewajiban kepada masyarakat selama PSBB diberlakukan. Selanjutnya kesiapan aparatur pemerintah dari kabupaten dan kota, kecamatan, kelurahan dan sampai di tingkat RT dan RW.

Abdul juga menyoroti perlu adanya sosialisasi yang lebih baik kepada masyarakat, sehingga dapat mendukung PSBB. Jangan sampai terkesan kurang persuasif seperti upaya pembatasan sosial di pasar pada salah satu provinsi lain di Timur Indonesia.

"Kalau saya melihat upaya sosialisasi di Ambon dibantu aparat kepolisian, TNI dan Satpol PP cukup berjalan baik," kata politisi PKS ini.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
20 hari lalu

Dokter PPDS Meninggal di RSUP Kariadi, Undip Buka Suara soal Isu Perundungan

1 bulan lalu

Bikin Haru! Ibu Meninggal Dunia, Siswa SMP di Baubau Tetap Ikut Lomba Gerak Jalan HUT RI

1 bulan lalu

Kapolda Jabar Berduka, Aiptu Asep Suhara Gugur dalam Tabrak Lari di Bandung

1 bulan lalu

Tak Pulang Kerja hingga Petang, Operator Traktor di Kendal Ditemukan Tewas di Kebun Tebu

1 bulan lalu

Pasien RSUD dr Haryoto Lumajang Meninggal, Keluarga dan Rumah Sakit Beda Versi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal