"Hal ini sangat mendukung tersedianya suplai uap air untuk pertumbuhan awan-awan hujan," katanya.
Dia menjelaskan, secara lokal pertumbuhan awan-awan hujan (Cumulonimbus) yang menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang (kencang sesaat) masih berpotensi terjadi.
Karena itu, katanya, masyarakat diimbau untuk tetap waspada potensi cuaca ekstrem.
Selama musim hujan, dan dampak bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi seperti genangan air, banjir, tanah, longsor, banjir bandang dan pohon tumbang.