Sama seperti mengerjakan ibadah lainnya, puasa Syawal juga perlu diniati terlebih dahulu. Hal itu sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW bahwa sah dan tidaknya suatu ibadah itu tergantung pada niatnya.
Niat atau doa pun sebenarnya bisa cukup di dalam hati. Tetapi agar lebih mantap, ulama menganjurkan supaya niat, selain dalam hati juga dilafalkan secara lisan. Adapun niat puasa Syawal dengan ketentuan sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ للهِ تعالى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adai sittatin min syawwal lillahi ta’ala
Artinya: “Saya niat puasa pada esok hari untuk menunaikan puasa sunah enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta’ala.”
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ للهِ تعالى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnatis Syawwal lillaahi ta‘ala.