Melari, Tradisi Penculikan Anak Gadis Suku Sasak NTB sebelum Dinikahkan

Antara
Andi Mohammad Ikhbal
Warga Suku Sasak yang mendiami wilayah Lombok Tengah. (Foto: Sindo).

Orang tua perempuan yang mendapati anaknya tidak kembali ke rumah hingga larut malam, mulai menyadari bahwa kekasih putrinya ini sedang Melari. Lalu keluarga perempuan tidak diperbolehkan ke rumah rumah setelah ibadah Shalat Isya.

Selanjutnya, keluarga perempuan akan mengirimkan seorang pejati atau kurir untuk melaporkan penculikan ini kepada kepala dusun. Si laki-laki tak lama menyampaikan pesan kepada keluarga perempuan bahwa dia sudah Melari dengan anak gadisnya.

Perempuan yang sudah ikut Melari harus segera dinikahkan karena berita terkait 'penculikan' itu sudah tersebar luas. Namun ketika Melari ini laki-laki dan perempuan tak boleh melakukan perbuatan tercela atau berhubungan intim.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
21 hari lalu

Mayat Perempuan Ditemukan Terbakar di Kebun Lombok Tengah, Polisi Kumpulkan Bukti

2 bulan lalu

352 Siswa di Lombok Tengah Keracunan Usai Santap MBG

4 bulan lalu

LPA Mataram Buka Suara soal Santri Korban Pembakaran Dicegat Temui Densu di Jakarta

4 bulan lalu

Viral Santri Korban Pembakaran di Lombok Tengah Dicegat Temui Densu di Jakarta

4 bulan lalu

Pacu Jawi Minangkabau, Adu Ketangkasan Joki dan Kecepatan Sapi di Sawah Berlumpur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal