Polisi Bongkar Pengoplosan Beras di Lombok Timur NTB, 110 Ton Disita

Donald Karouw
Barang bukti 110 ton beras hasil oplosan saat Polda NTB bongkar pengoplosan beras di Lombok Timur. (Foto: Humas Polri)

“Ada indikasi kesengajaan dalam pengoplosan. Dalam kemasan beras SPHP 5 kilogram yang seharusnya berisi beras medium, justru diisi dengan beras kualitas rendah,” katanya.

Polisi menduga praktik ini sudah berjalan cukup lama dan berdampak pada kualitas beras SPHP yang beredar di masyarakat. Tindakan tersebut dinilai merugikan konsumen dan menciderai kepercayaan publik terhadap program stabilisasi pangan pemerintah.

Sebagai bagian dari proses penyidikan, seluruh barang bukti beserta sampel beras telah diamankan. Petugas juga memeriksa pemilik gudang, perwakilan Bulog, hingga saksi ahli untuk mendapatkan keterangan tambahan.

“Sampel dan barang bukti sudah diserahkan untuk diuji di laboratorium. Pemeriksaan saksi–saksi juga telah kita lakukan, sementara ini, kami masih menunggu hasil uji laboratorium resmi untuk memperkuat berkas perkara,” ucapnya.

Polisi menyebut kasus ini menjadi prioritas mengingat dampaknya terhadap stabilitas harga dan pasokan beras di pasaran. Manipulasi mutu dianggap berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap program SPHP pemerintah.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Satgas Pangan Usut Kasus Beras Oplosan, 28 Orang Ditetapkan Tersangka

57 tahun lalu

Antisipasi Beras Oplosan, Polres Cimahi Bentuk Satgas Khusus dan Perketat Pengawasan

57 tahun lalu

Beras Premium Food Station Ditarik dari Pasaran Imbas Kasus Oplosan

57 tahun lalu

Pengawasan Beras Oplosan Diperketat, Bapanas Libatkan Ritel dan Daerah

57 tahun lalu

Hati-Hati! Ini Daftar 26 Merek Beras Premium Oplosan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal