Viral Emak-Emak Protes Dilarang Berjualan di Pantai Kuta, Begini Respons Pemkab Loteng

Muzakir
Suasana kawasan Pantai Kuta di Mandalika, Lombok Tengah. (Foto: MNC Portal/Muzakir)

LOMBOK TENGAH, iNews.id – Aksi emak-emak bernama Inaq Tunggul yang protes memakai Bahasa Inggris ke petugas karena dilarang berjualan di Pantai Kute, Lombok Tengah (Loteng) mendapat tanggapan dari sejumlah kalangan masyarakat tak terkecuali dari Pemkab Loteng.

Aksi Inaq Tunggul, warga Desa Rambitan Pujut itu dinilai spontanitas karena kecewa tidak bisa berjualan dan tidak ada unsur penghinaan ke petugas.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Lendek Jayadi mengatakan, ekspresi Inaq Tunggul itu merupakan bentuk kecintaanya kepada pekerjaannya. 

"Ekspresi itu menurut kami hanya ekspresi kecintaanya kepada pariwisata dan pekerjaanya. Sehingga seperti itu yang dia sampaikan" kata Lendek Jayadi, Rabu (19/5/2021). 

Dia mengatakan, Pemkab Loteng telah mengumpulkan semua unsur dan pegiat pariwisata untuk mengerti dengan keadaan dan kondisi seperti sekarang ini.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
21 hari lalu

3 Bulan Krisis Air Bersih, Warga Sambau Batam Blokade Jalan Nongsa Digital Park

23 hari lalu

Viral Pertengkaran Emak-Emak di Bangkalan Berujung Penganiayaan di Depan Anak

26 hari lalu

Anak Kena ISPA gegara Kabut Asap, Emak-Emak di Palangka Raya Ikut Terjun Padamkan Karhutla

2 bulan lalu

Kecelakaan di Pasuruan, Pemotor Emak-Emak Kritis usai Dihantam Dump Truk

2 bulan lalu

Viral Wanita di Sampang Dikeroyok Emak-Emak, Tubuh dan Alat Vital Dilumuri Cabai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal