Perawatan korban diserahkan kepada pihak rumah sakit sambil menunggu perkembangan kondisi psikologis agar korban dapat memberikan keterangan dengan lebih baik.
Polisi juga berencana melibatkan keluarga dalam proses komunikasi dengan korban, termasuk menggunakan bahasa daerah agar korban merasa lebih nyaman saat menceritakan pengalaman yang dialami.
Keterangan korban diharapkan dapat mengungkap lokasi sandera lain.
Diketahui, penyanderaan terhadap sembilan warga sipil terjadi di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, sejak 18 Agustus 2026.
dievakuasi dapat membantu menemukan tujuh korban lain yang masih berada dalam penguasaan kelompok penyandera.
"Kita upayakan satu saksi yang hari ini kita evakuasi bisa memberikan keterangan di mana tujuh lainnya itu, sehingga kita bisa lakukan langkah-langkah berikutnya," ujar Kapolda.