Asal Usul Suku Asmat, Kisah Patung Kayu Hidup Mengikuti Irama Tifa

Reza Rizki Saputra
Suku Asmat membawakan tarian pukul tifa pada Festival Budaya Suku Asmat ke-27 di Kabupaten Asmat, Papua. (Foto: Antara).

Setelah orang yang sakit meninggal, mereka akan berebut untuk memeluk dan menggulingkan badan di lumpur. Mayat tersebut selanjutnya akan diletakkan di atas para atau anyaman bambu hingga membusuk. 

Kemudian tulang belulangnya akan disimpan di atas pokok kayu dan tengkoraknya akan dijadikan bantal sebagai simbol kasih sayang terhadap kerabat mereka.

Ada pula yang meletakkan mayat di atas perahu lesung dengan disertai sagu dan dibiarkan terombang-ambing di laut. Selain itu, mayat terkadang dikuburkan dengan ketentuan laki-laki tanpa busana dan perempuan mengenakan busana. 

Mayat tersebut akan dikubur di hutan, tepi sungai maupun semak-semak. Selanjutnya orang yang meninggal akan dibuatkan ukiran yang disebut mbis karena suku asmat percaya jika roh orang mati masih berkeliaran di sekitar rumah mereka.

Upacara mbismbu

Mbis merupakan ukiran patung tonggak nenek moyang atau kerabat yang telah meninggal. Upacara adat Suku Asmat ini bermakna supaya mereka selalu ingat kepada kerabat yang telah meninggal. 

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

2 Polisi di Jayapura Diperiksa diduga terkait Penembakan, Kapolres Minta Maaf

57 tahun lalu

Gempa Bumi Magnitudo 3,7 Guncang Jayapura Papua Malam Ini

57 tahun lalu

Tragis! Remaja di Jayapura Tewas Diduga Dibakar Ibu Angkat

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Guncang Mamberamo Tengah Papua, Cek Kekuatan Magnitudonya!

57 tahun lalu

Pilu! 5 Korban Tewas Ledakan Bom PD II di Biak Dimakamkan dalam Satu Liang Lahat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal