Menurutnya, subsidi penerbangan tidak hanya mempermudah mobilitas warga. Konektivitas udara yang lebih terjangkau juga dapat mendukung distribusi kebutuhan pokok dan hasil pertanian, sekaligus memperluas akses pelaku usaha kecil terhadap pasar.
Penguatan layanan kesehatan juga menjadi bagian dari program yang mendapat perhatian melalui Ko Harus Sehat. Program tersebut didukung alokasi anggaran Rp27,3 miliar untuk Puskesmas Siriwini dan RSUD Nabire.
Dukungan tersebut diharapkan memperkuat layanan kesehatan masyarakat, mulai dari pelayanan dasar hingga rawat inap. Pembiayaan itu juga dapat membantu melengkapi kebutuhan pelayanan medis yang belum sepenuhnya terakomodasi melalui skema BPJS Kesehatan.
Pembangunan di Papua Tengah, kata Amandus, perlu berjalan beriringan antara pertumbuhan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. “Pembangunan ekonomi tidak akan maksimal jika masyarakat masih menghadapi persoalan akses transportasi dan layanan dasar. Karena itu, program seperti ini perlu terus diperkuat,” tegasnya.
Dia berharap berbagai kebijakan tersebut dapat dilanjutkan secara konsisten dan diperluas agar manfaatnya dirasakan lebih banyak masyarakat, termasuk Orang Asli Papua (OAP) dan masyarakat umum.
Bagi Partai Perindo, penguatan konektivitas dan layanan publik merupakan bagian dari upaya mendorong ekonomi kerakyatan. Dengan akses yang semakin terbuka, masyarakat terutama di wilayah pedalaman dan pegunungan diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan kesejahteraan.
“Langkah tersebut sejalan dengan perhatian Partai Perindo terhadap ekonomi kerakyatan yakni mendorong kebijakan pembangunan yang membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan,” tutur Amandus.