Legislator Perindo Rampeani Rachman Kawal 20 Tuntutan Buruh Pelabuhan Mimika

Tim iNews
Anggota DPRK Mimika dari Partai Perindo Rampeani Rachman saat menemui buruh bongkar muat di pelabuhan. (Foto: iNews)

MIMIKA, iNews.id - Bagi seorang wakil rakyat, mendengar keluhan masyarakat tidak cukup hanya dari balik meja. Ada kalanya harus turun langsung, duduk bersama mereka yang sedang berjuang, mendengar cerita mereka, lalu memastikan suara itu dibawa ke ruang pengambilan keputusan.

Komitmen itu ditunjukkan anggota DPRK Mimika dari Partai Perindo Rampeani Rachman setelah menerima langsung aspirasi ratusan buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Pomako. 

Dia memastikan aspirasi yang disampaikan para pekerja akan dikawal melalui mekanisme kelembagaan hingga ditemukan solusinya. 

“Kami sudah mencatat 20 tuntutan mereka. Semua akan kami agendakan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk diselesaikan secara tuntas,” kata Rampeani yang duduk di Komisi III DPRK Mimika, Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, persoalan yang dihadapi buruh TKBM harus dibuka secara terang dengan mempertemukan seluruh pihak yang berkaitan. DPRK Mimika akan menggunakan kewenangan kelembagaan untuk memanggil pengurus perusahaan ekspedisi, otoritas pelabuhan, pengurus koperasi TKBM hingga instansi pemerintah terkait.

Rampeani juga menyoroti persoalan jaminan sosial yang dikeluhkan para buruh, termasuk tidak adanya perlindungan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, terdapat laporan mengenai dugaan alokasi dana TKBM senilai ratusan juta rupiah yang dipersoalkan peruntukannya, sementara kebutuhan operasional bagi buruh yang meninggal dunia disebut dapat mencapai puluhan juta rupiah.

Bagi Rampeani, persoalan tersebut bukan sekadar perkara administrasi atau angka dalam laporan keuangan. Di baliknya ada para pekerja yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari roda perekonomian Kabupaten Mimika, tetapi masih menghadapi persoalan mendasar terkait kesejahteraan dan perlindungan kerja.

“Mereka bekerja untuk Kabupaten Mimika, membangun perekonomian daerah ini. Kerja tak kenal panas dan hujan, namun upah dibayar di pinggir jalan seolah-olah pengemis. Tunjangan Hari Raya hanya Rp300.000. Ini pukulan keras bagi saya,” ungkapnya. 

Kemarin, Rampeani turun langsung menemui ratusan buruh TKBM Pomako yang mendatangi Gedung DPRK Mimika. Pertemuan berlangsung emosional, dia bahkan tak kuasa menahan air mata ketika mendengar langsung cerita dan kepedihan para pekerja.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
12 jam lalu

Partai Perindo Gelar Bimtek untuk Kader Muda-Saksi DPW Jakarta, Dorong Pemuda Aktif Berpolitik

1 hari lalu

Perindo Temui KPU Jatim, Bahas Konsolidasi Partai dan Kesiapan Pemilu 2029

7 hari lalu

Rawan Kecelakaan, Mbulang Lukas Gerakkan Swadaya Perbaiki Jalan Rusak Nagekeo

8 hari lalu

Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Pelantikan Pemuda Perindo Banten Fokus Berdayakan UMKM Muda

11 hari lalu

Jaga Asa Anak-Anak Lombok Barat, Dr Syam Gagas Gerakan Ayo Sekolah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal