Soal Aksi Kekerasan KKB, Komisi I DPR Nilai Perlu Evaluasi Total Alat Keamanan di Papua

riana rizkia
Anggota Komisi I DPR Nurul Arifin mendorong perlu ada evaluasi total alat keamanan di Papua dalam penanganan soal aksi kekerasan KKB. (Foto: Antara)

"Perbanyak patroli di wilayah-wilayah yang rawan konflik. Pemda dan aparat harus bisa memberi rasa aman kepada masyarakat. Dan respons cepat jika terjadi serangan atau ancaman terhadap warga sipil," ujar legislator dari Dapil Jawa Barat I tersebut.

Lebih lanjut, Nurul menyoroti nasib anak di Papua karena adanya praktik perekrutan anggota baru KKB dari kalangan remaja. Oleh karena itu, dia mendorong peningkatan pembangunan dan kesejahteraan di Papua agar masyarakat tidak tergoda ajakan KKB.

“Program-program peningkatan pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan ekonomi harus dipercepat untuk memperbaiki kondisi sosial ekonomi masyarakat Papua,” ucapnya.

Dengan meningkatnya kesejahteraan dan kesempatan yang setara bagi seluruh warga Papua, daya tarik untuk terlibat dalam kelompok bersenjata dapat dihindari.

Meskipun tantangan dalam menjaga keamanan di Papua sangat kompleks, Nurul meyakini tim TNI-Polri akan terus berupaya untuk melindungi setiap warga. Dia juga berharap tidak ada lagi personel keamanan yang menjadi korban keganasan KKB.

Dengan adanya tim gabungan TNI-Polri, diharapkan masyarakat Papua dapat merasa lebih aman dan terlindungi dalam situasi konflik yang sulit ini.

“Negara juga harus bisa memastikan keselamatan seluruh personel keamanan kita yang ditugaskan di Papua. Kita tidak ingin ada lagi putra-putra terbaik bangsa gugur akibat kekejaman KKB,” ujarnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
18 jam lalu

Sopir Travel Tewas Ditembak KKB di Jayawijaya, Polisi Temukan Selongsong Peluru Kaliber 5,56 Mm

1 hari lalu

KKB Kodap III Ndugama Diduga Pelaku Penembakan Sopir Travel di Jayawijaya

1 hari lalu

Sopir Travel Ditembak KKB di Jayawijaya, Jasad dan Mobil Ditemukan Terbakar

2 hari lalu

Biadab! KKB Kembali Tembak Mati Warga Sipil di Wamena, TNI Kejar Pelaku

3 hari lalu

Komnas HAM Kecam Penembakan 3 ASN Jayawijaya: Tuduhan Intelijen Bukan Alasan Bunuh Warga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal