Waspadai Iklim La Nina di Papua, Diperkirakan Terjadi pada Desember 2020

Antara
Prediksi anomali iklim. (Foto: Antara).

JAYAPURA, iNews.id - Masyarakat di wilayah timur Indonesia, termasuk Papua, diminta mewaspadai anomali iklim La Nina. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan curah hujan tinggi.

Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Herizal mengatakan, iklim La Nina saat ini terpantau berkembang di Samudra Pasifik Ekuator dan diperkirakan akan mencapai intensitas moderate hingga akhir 2020.

"Dampak La Nina tidak seragam di seluruh Indonesia. Pada Oktober-November, peningkatan curah hujan bulanan akibat La Nina dapat terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia kecuali Sumatera," kata dia dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (3/10/2020).

Hingga akhir September 2020, pemantauan terhadap anomali iklim global di Samudera Pasifik Ekuator menunjukkan bahwa anomali iklim La Nina sedang berkembang.

Indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) menunjukkan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah dan timur dalam kondisi dingin selama enam dasarian terakhir. Nilai anomali telah melewati angka minus 0,5 derajat Celsius, yang menjadi ambang batas kategori La Nina.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
15 jam lalu

Update Gempa M 5,2 Guncang Ruteng NTT, Getaran Dirasakan di Manggarai

15 jam lalu

BMKG Ungkap 3.489 Gempa Susulan Guncang NTT, Masyarakat Diminta Tidak Panik

17 jam lalu

BMKG Ungkap Penyebab Gempa Susulan Terus Guncang NTT, Terbaru Magnitudo 5,7

20 jam lalu

Gempa Bumi Magnitudo 5,9 Guncang Ruteng Terasa hingga Sumba, Warga Panik

1 hari lalu

NTT Diguncang 3.055 Gempa Susulan, BMKG Pastikan Tak Ada Gempa Lebih Besar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal