Jadi kata dia, setelah besoknya (hari H pencoblosan), korban sudah tidak bisa jalan, drop dirawat di RS Primaya, baru dirujuk ke RS Akademis.
"Diagnosanya, sesak napas, kecapean. Tidak ada riwayat karena memang tidak pernah sakit, cuma itu hari hujan-hujan pergi bagi-bagi undangan. Meninggal tadi ini, Kamis (15/2/2024) jam 2 dia meninggal," ujarnya.
Dia pun telah mengikhlaskan kepergian anaknya.
"Mau diapa karena sudah jalannya begitu," ucapnya.