PANGKEP, iNews.id - Sengketa lahan di atas bangunan SMP-SMK Muhammadiyah Bungoro di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, kembali memanas. Sejumlah ahli waris almarhum Haji Toga menyegel dan menggembok pagar sekolah serta memasang spanduk klaim kepemilikan lahan.
Spanduk berisi pernyataan klaim tersebut dipasang di pintu masuk sekolah yang berlokasi di Jalan Poros Biringkassi, Kelurahan Samalewa, Kecamatan Bungoro. Dalam isi spanduk disebutkan lahan sekolah terdiri atas empat petak tanah, dengan tiga petak di antaranya diklaim merupakan bagian dari harta peninggalan Haji Toga.
Sementara satu petak lainnya disebut telah menjadi milik Muhammadiyah atau pemerintah. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk keberatan atas pengelolaan lahan yang diklaim masih disengketakan oleh pihak keluarga.
Perwakilan ahli waris, Rusdi, yang merupakan cucu almarhum Haji Toga, menyebut sengketa ini sudah berlangsung lama dan belum menemukan titik temu meski telah beberapa kali dilakukan mediasi.
“Ini pengelolaan, karena yang kelola ini sekolah cuma satu orang, anaknya H Baharuddin yang kelola. H Toga kan tujuh anaknya, yang kelola pertama H Baharuddin. Setelah meninggal, cucunya lagi yang kelola,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).