"Ma, so dari tadi satu jam lalu bilang dalam perjalanan, sampe skarang belum sampe-sampe, parampuang pe orang tua so ada, kita malu ma, kita pe keluarga nyanda ada cuma mama. (Ma, sudah dari tadi satu jam lalu bilang dalam perjalanan, sampai sekarang belum sampai-sampai. Keluarga perempuan sudah sudah ada, saya malu Ma, keluarga saya tidak ada hanya Mama," ucapnya.
Seusai mengucapkan hal itu, Alen kemudian langsung masuk ke dalam kamar. Beberapa menit kemudian dia mendapat kabar kalau Alen sudah jatuh.
"Masa ngana mo ambil keputusan bagini cuma ngana malo deng kecewa Alen. Sekarang ngana pe pertanyaan mama mo jawab Alen, ngana cuma malo dan kecewa dorang terlambat datang Alen. Ngana harusnya berpikir Alen, ngana inga kasiang ngana masih ada ade Alen. (Mengapa kamu ambil keputusan begini cuma karena malu dan kecewa Alen. Sekarang pertanyaan kamu Mama jawab Alen, kamu cuma malu dan kecewa mereka terlambat datang Alen. Kamu seharusnya berpikir Alen, kamu harusnya ingat kasihan kalau kamu masih punya adik Alen)," ucap sang Ibu berurai air mata di samping peti mati anaknya.
Kapolsek Wenang AKP Emilda Sonu saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia (MPI) terkait motif dari kejadian tersebut enggan memberikan komentar lebih.
"Motif intern keluarga. Karena ini intern keluarga, alangkah baiknya langsung bicara dengan keluarga," kata AKP Emilda Sonu kepada MPI, Senin (31/5/2021).