“Tadi yang diperiksa semua termasuk buku-buku dan lemari pakaian. Yang disita buku-buku agama, panci untuk kemping, hp, paspor, tiket-tiket yang sudah tidak berlaku,” ujarnya.
Menurut Samiyem, selama ini menantunya bekerja sebagai pedagang garam. Sebelum menetap dua tahun bersamanya di Padang, menantunya pernah ke Malaysia dan Turki. “Ke sana untuk ngantar bantuan dulu, dulu kerja di hotel. Sekarang sedang ke Mentawai ngantar sapi kurban,” kata Samiyem.
Densus 88 selanjutnya melakukan penggeledahan di daerah Kalumbuk, Taruko 1, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, milik waga bernama Momon yang juga penjual garam. Densus kemudian mengamankan seorang pria berinisial W, yang merupakan rekan dari M.
Tim turut mengamankan sejumlah buku agama dan sebuah parang. Usai penggeledahan, Densus 88 memasang garis polisi di sekeliling rumah Momom dan membawa W ke mobil petugas.
Ketua RT 01 RW 04 Kelurahan Kalumbuk Susi Kasti yang turut mendampingi tim saat menggeledah rumah tersebut memaparkan, petugas mengaku sedang mencari seorang terduga teroris. Namun, orang yang dicari tidak di rumah.
“Petugas mengambil buku-buku mengenai jihad dan parang. Petugas mengamanakan satu orang, teman-terman mereka juga. Aktivitas mereka selama ini biasa, jualan garam,” kata Susi Kasti.
Hingga berita ini diturunkan, petugas Polda Sumbar belum bisa dimintai keterangan terkait penggerebekan terduga teroris itu. Sementara itu, warga yang terkejut dengan kedatangan Tim Densus 88 dan Polda Sumbar masih tampak ramai di kawasan rumah yang digeledah petugas.