Mewabahnya Covid-19 tentu sangat memengaruhi perekonomian Indonesia. Meskipun begitu, sekelompok pegiat UMKM di Palembang justru mencari peluang bisnis. Bahkan, mereka pun berani banting setir dari yang tadinya pedagang di mal kini menjadi pengrajin dan pembuat masker pengantin.
Penjual handycraft di Talang Keramat Palembang, Maya Anggraini mengatakan, dirinya mengubah haluan usaha karena saat ini pusat perbelanjaan tempatnya biasa berjualan masih sepi. Ia pun memanfaatkan momen pernikahan yang harus mengenakan masker sebagai protokol kesehatan.
"Sebelum Covid-19, sempat jualan bros untuk jilbab, kalung dan gelang, karena sepi pesanan jadi putar otak cari yang lagi ramai. Ternyata masker hias lagi laku di pasaran, akhirnya saya bersama dua sepupu mengenalkannya lewat media sosial," tuturnya.
Maya mengatakan, UMKM memang perlu melakukan inovasi agar tidak ketinggalan zaman. Serta yang paling penting, bagaimana cara membuat produk berbeda dari yang lain atau memiliki ciri khas.
"Saya bersama Pipin dan Kiki dari dulu memang hobi handycraft dan seni. Jadi memang kita selalu melakukan perubahan. Dari masih sekolah kita suka dagang. Sepengetahuan saya sekarang di Palembang belum ada atau mungkin tidak banyak yang buat masker untuk pengantin," katanya.