Diduga Dianiaya Kakak Tingkat, Santri di Prabumulih Tewas dengan Lebam di Wajah dan Perut

Era Neizma Wedya
Masnawati melaporkan dugaan penganiyaan yang menimpa anaknya hingga tewas. (Foto: Ist)

PRABUMULIH, iNews.id - Seorang santri di Prabumulih yang masih berusia 13 tahun tewas dengan tubuh penuh luka lebam. Santri berinial K diduga menjadi korban penganiayaan kakak tingkat atau kelas di Pondik Pesantren Al Furqon, tempatnya menunut ilmu. 

Dugaan kekerasan di dunia pendidikan ini terungkap setelah Masnawati (48), ibu kandung korban membuat laporan tentang apa yang menimpa anaknya tersebut ke SPKT Polres Prabumulih.

Masnawati, warga Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir menuturkan, sebelum meninggal dunia anaknya bercerita kalau dirinya telah dianiaya oleh kakak kelasnya di pondok pesantren. Pengakuan anaknya tersebut sambung Misnawati, diperkuat dengan lebam di wajah, telinga dan perut anaknya tersebut. 

“Sebelum anak aku ninggal sempat ngomong kalau dia dipukul dan diancam,” ujar Misnawati, Rabu (8/9/2021).

Sebelum meninggal, anaknya tersebut sempat menjalani perawatan di RS AR Bunda. Pada saat dirawat itulah, K sempat menceritakan peristiwa penganiayaan yang dialaminya kepada ibunya. 

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Berantas Begal yang Meresahkan, Ini Perintah Kapolda Sumsel

57 tahun lalu

Irjen Pol Toni Harmanto Akan Basmi Premanisme dan Narkoba di Sumsel

57 tahun lalu

Percepat Vaksinasi, Polres Prabumulih Undang 650 Warga untuk Disuntik Vaksin

57 tahun lalu

Anggota DPRD Prabumulih Minta Dinkes Dievaluasi, Lelet Bayar Insentif Nakes

57 tahun lalu

Wali Kota Ditegur Mendagri, Pemkot Prabumulih Segera Bayar Insentif Nakes

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal