Ikan Belida Jadi Hewan Dilindungi, Pengusaha Pempek dan Pindang Terancam Denda jika Melanggar

Antara
Tugu ikan belida di Benteng Kuto Besak pinggir Sungai Musi. (Foto: Ist)

Pemilik usaha sentra Pempek Palembang Sri Hastuti mengatakan, sebagian besar pedagang sudah tidak menggunakan ikan belida lagi, tapi beralih ke ikan gabus atau udang untuk pembuatan pempek. Karena harganya yang semakin mahal mencapai Rp130-170.000 per kilogram, dan juga semakin sulit dicari di pasar-pasar lokal.

"Sekitar tahun 2000-an masih lah dapat Rp80.000 per kilogram, tapi sekarang kami pakai ikan gabus saja lebih ekonomis," ucapnya.

Namun menurutnya, sulit untuk menghentikan kebiasaan mengkonsumsi ikan belida bagi masyarakat Palembang. Sebab sudah sejak dahulu masyarakat Palembang menggunakan ikan belida untuk menjadi bahan dasar pembuatan pempek (makanan khas Palembang) atau olahan makanan lainnya.

Karena mempunyai rasa yang khas dari semua bagian mulai dari daging, kulit dan tulangnya setelah diolah menjadi pempek. Selain itu juga mengkonsumsi ikan belida menjadi nilai sosial tersendiri di masyarakat, karena terkesan mewah. "Mungkin dengan adanya aturan ini kebiasaan itu bisa berubah, pedagang makanan pun sudah berkurang menggunakan ikan belida," tuturnya.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Irjen Eko Indra Heri Resmi Tinggalkan Polda Sumsel

57 tahun lalu

Kapolri Pimpin Sertijab Kapolda Sumsel hingga Koorsahli

57 tahun lalu

Covid-19 Sumsel Naik Lagi, Kasus Positif Baru Kembali di Atas 100 Orang

57 tahun lalu

Banyak Kepala Daerah Korupsi Termasuk dari Sumsel, Mendagri: Bisa karena Serakah atau Kebutuhan

57 tahun lalu

Pemprov Sumsel Bahas Aturan Cabut Hak Lahan Tidur yang Terbakar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal