Bisakah BG mendapatkan rekomendasi PDIP padahal ada Puan Maharani sebagai putra mahkota, dan juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang saat ini jadi capres dengan elektabilitas tertinggi?
Masih panjang waktu tersisa sebelum PDIP menetapkan capresnya. Artinya, situasi tiga tahun ke depan masih sangat dinamis. Meski Ganjar punya elektabilitas tertinggi sejauh ini, namun posisinya belum clear untuk jadi capres PDIP. Puan yang tak lain anak dari Megawati pun demikian.
Sama halnya dengan BG, Tito pun punya hubungan baik dengan partai. Tito pernah menjabat Kapolri. Ini yang membuatnya punya komunikasi yang terbina baik dengan elite partai, terutama yang ada di DPR. Jabatan sebagai Mendagri juga strategis bagi Tito untuk jadi panggung politik.
Dengan menunjukkan kinerja yang baik sebagai mendagri, bisa saja ada partai yang mendorongnya maju di pilpres nanti. Itu pernah terjadi pada SBY di 2004 saat menjabat menteri. SBY yang berhenti sebagai menteri akhirnya maju sebagai capres melalui Partai Demokrat yang dia bentuk.
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) pada 28 Oktober 2020 menempatkan Tito sebagai menteri berkinerja memuaskan dengan perolehan 49%. Hanya kalah dari Menteri Keuangan Sri Mulyani (61%) dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (57%).
Mengomentari hasil ini, Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menyebut persepsi positif publik terhadap kinerja menteri itu bisa menjadi pemicu popularitas dan meningkatnya elektabilitas jelang pilpres. Tito masih memiliki waktu tiga tahun untuk mendongkrak elektabilitasnya.