Sumsel Antisipasi Dampak Fenomena La Nina pada Pertanian

Antara
Sumsel mulai melakukan antisipasi dampak fenomena La Nina pada pertanian padi. (Foto: Ilustrasi/Ist)

Manurutnya, penyimpangan telah terjadi sejak dasarian pertama 2021 yang ditandai dengan musim kemarau basah.

Namun kondisi tersebut dapat ditanggulangi dengan dilakukannya kebijakan yaitu percepatan tanam sehingga rata-rata petani berhasil panen maksimal.

"Yang dikhawatirkan memang pada masa musim tanam Oktober hingga November 2021. Panennya diperkirakan pada Febuari hingga Maret 2022, karena merupakan puncak penyimpangan iklim akibat adanya La Nina tadi," jelasnya.

Dengan pertimbangan tersebut, lanjutnya, mengharapkan setiap kepala daerah juga harus melakukan langkah yang responsif menanggulangi dampak minor dari La Nina.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan Ansori mengatakan, selama 2021 pihaknya mencatat akibat penyimpangan iklim sedikitnya ada 516 hektare lahan pertanian terendam air.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kasus Suap Dodi Reza, KPK Periksa 6 Pejabat Muba di Mako Brimob Sumsel

57 tahun lalu

Kejati Sumsel Minta Hakim Vonis 4 Terdakwa Masjid Sriwijaya 19 Tahun Penjara

57 tahun lalu

Kasus Covid-19 Bertambah 434, Sumsel 5 Orang

57 tahun lalu

Percepat Vaksinasi Pelajar, Sumsel Siap Menuju PTM Penuh

57 tahun lalu

Peringatan Dini BMKG, Palembang dan Sejumlah Daerah di Sumsel Berpotensi Hujan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal