Kisahkan jika Manggale rupanya ikut berperang melawan musuh di wilayah Toba. Nahas anak kesayangan raja itu gugur di medan perang. Sang raja yang mengetahui anaknya tewas pun hancur.
Dia terus meratapi kematian Manggale dalam kurun waktu yang lama. Bahkan raja pun jatuh sakit hingga tabit kerajaan tak mampu mengobatinya. Kehilangan anak telah membuat semangat hidup raja hilang.
Hingga para tabit istana pun menggelar rapat yang hasilnya membuat patung yang wajahnya mirip Manggale. Para pemahat profesional di zaman itu pun diundang untuk membuat patung yang mirip dengan Manggale.
Setelah jadi, patung itu pun dipakaian baju adat batak lengkap dengan topinya. Sosok patung ini pun membuat kesehatan raja mulai membaik. Apalagi dikisakan jika patung Manggale ini bisa menari. Gerakan itu rupanya berasal dari roh yang sengaja dimasukkan ke patung tersebut. Raja pun akhirnya memanggil patungi itu dengan sebutan Sigale-gale.
Ada versi lain juga soal asal usul Sigale-gale ini. Konon patung ini dibuat oleh Raja Gayus Rumahorbo di Desa Garoga. Disebutkan jika patung ini buat pada tahun tahun 1930. Sang raja memang dikenal mahir membuat patung hingga sang patung menangis. Tangisan itu datang usai patung diusap dengan ulos.