Warga mengaku geram dan terpaksa memblokade jalan lantaran berulang kali mendesak yang bersangkutan agar mundur, namun tetap menolak dan mempertahankan jabatannya.
Protes warga berkaitan dengan ketidaktranparanan kepala desa dalam penggunaan dana desa. Puncaknya saat pembagian BLT yang dinilai tidak tepat sasaran.
Aksi massa ditanggapi Pemerintak Kabupaten Mandailing Natal yang datang ke lokasi. Mereka coba berdialog untuk menenangkan massa warga tersebut.
"Di sini sudah ada Bapak Inspektporat dan nanti tentu akan diperiksa kepala desanya," ujar Sekda Mandailing Natal Gozali Pulungan.
Seusai berdemo dan berdialog, polisi lantas membubarkan kerumunan massa dan memadamkan apil serta benda yang dipakai untuk memblokade jalinsum.