Rentauli menambahkan, pada 1 Juli mereka melakukan rapat terkait hal tersebut. Namun, pihak manajemen beralasan pasien sepi akibat Covid-19.
"Pada tanggal 1 Juli yang lalu rapat terkait adanya karyawan yang dirumahkan. Alasannya pasien sepi karena Covid-19. Untuk gaji kami hanya mendapat 50 persen," katanya.
Sementara itu, pihak manajemen saat dijumpai wartawan untuk meminta keterangan terkait aksi itu belum ada yang bisa dikonfirmasi.