"Gunung Api Sinabung per hari ini tidak erupsi, namun kita amati ada asap, titik api dan tremor. Kalau kata ahli ini baru awal sehingga butuh kewaspadaan masyarakat," ujarnya, Rabu (2/9/2026).
Penyelidik Bumi Madya PVMBG Efrida Lusy Andriany menjelaskan, aktivitas vulkanik Gunung Sinabung masih tinggi setelah tremor berlangsung tanpa henti sejak 31 Agustus.
"Tremornya terus-menerus dan tidak berhenti sejak erupsi tanggal 31 Agustus lalu. Vulkaniknya sampai sekarang masih tinggi," katanya.
Menurutnya, tim tanggap darurat juga telah diterjunkan untuk melakukan pemantauan langsung di lapangan.
"Tim tanggap darurat sudah mendarat lewat Bandara Kualanamu untuk menuju ke lokasi saat ini," katanya.
PVMBG mengingatkan masyarakat agar tidak menghubungkan aktivitas Gunung Sinabung dengan erupsi gunung api lainnya. Setiap gunung api memiliki karakteristik dan sistem magma yang berbeda.
Masyarakat di sekitar Gunung Sinabung juga diminta untuk terus mengikuti informasi resmi melalui aplikasi MAGMA Indonesia dan Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) yang menjadi acuan bagi penerbangan internasional. PVMBG meminta warga tetap tenang, tidak panik, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Sinabung.