Per 2020 lalu, MARK telah mencakup market shares sebesar 35 persen dengan kapasitas produksi sebanyak 800.000 pieces/bulan. Pelanggan setia MARK sampai saat ini adalah beberapa pemain utama produsen sarung tangan di pasar internasional, yakni Hartalega, Top Gloves, Kossan, dan Sri Tang.
Situasi pandemi membuat MARK berhasil melebarkan sayapnya sampai Tiongkok, mendapatkan kepercayaan dari pemain-pemain besar seperti Intco, Zhong Hong Pu Lin, dan BlueSail. Malaysian Rubber Glove Manufacturers Association (MARGMA) meyakini permintaan sarung tangan di tingkat global tumbuh menapai 50 persen pada 2020 jika dibandingkan dengan prediksi sebelumnya.
Sebelumnya, diprediksikan bahwa permintaan sarung tangan secara global pada 2020 mencapai 300 miliar pieces. Akan tetapi, nyatanya permintaan di masa pandemi Covid-19 meningkat menjadi sekitar 420 miliar pieces.
Hal ini dikarenakan meningkatnya kesadaran yang lebih tinggi pemakaian sarung tangan, serta diterapkannya protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19 ini lebih ketat dibandingkan sebelumnya.
Sementara itu, Malaysia tetap memegang pangsa pasar global terbesar, yaitu dengan pangsa 67 persen. Negara ini telah menjadi tujuan ekspor terbesar bagi perseroan menyusul Thailand, China dan Vietnam. Peningkatan permintaan sarung tangan global ini secara langsung akan mendorong peluang pertumbuhan MARK di tahun-tahun berikutnya.